Sejarah Masjid Al Jum’ah di Madinah

Sejarah Masjid Al Jum’ah di Madinah – Masjid Al Jum’ah terletak di kota Madinah.  yang diyakini sebagai lokasi sholat jumat pertama Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya saat dalam perjalanan hijrah dari kota Mekkah menuju Madinah.

Saat itu Nabi Muhammad singgah di Quba selama kurang lebih empat hari hingga Jumat pagi, tepatnya pada tanggal 16 Rabiul Awal di tahun yang sama. Pembangunan dan perluasan Masjid Al Jum’ah sendiri dilakukan beberapa kali hingga tahun 1409 H oleh beberapa tokoh seperti Raja Fahd dengan merobohkan masjid tua tersebut.

Masjid Al Jum’ah dibangun dari pecahan batu yang hingga kini mampu memberikan keindahan tersendiri pada masjid ini. Pada mulanya masjid ini didirikan dan diberi nama Juma’ah karena selama perjalanan dari Mekah ke Madinah, pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal 1 Hijriah, Nabi Muhammad SAW bersama para pengikutnya singgah di Quba ‘hingga 4 hari.

Bagaimana sejarah Masjid Al Jum’ah di Madinah?

Pagi harinya, hari Jum’at, mereka melanjutkan perjalanan ke Madinah, lalu singgah di kawasan Wadi Ranuna ‘untuk menunaikan sholat Jum’at. Oleh karena itu, kawasan itu disebut Jum’ah hingga saat ini. Masjid yang terletak di Madinah ini pertama kali dibangun dengan beberapa batu dan sempat beberapa kali hancur.

Yang akhirnya direnovasi oleh Umar bin Abdul Aziz selaku perenovasi kedua pada masa kekhalifahan Abbasiyah pada tahun 155-159 Hijriah. Setelah itu, pada abad ke-9 Hijriah, masjid Al Jum’ah direnovasi kembali oleh Syamsudin Qawan pada masa kekhalifahan Utsmaniyah yang dipimpin oleh Sultan Bayazid.

Selanjutnya direnovasi kembali oleh Sayyid Hasan Asy Syarbatli pada pertengahan abad ke-14 Hijriah. Sebelum dilakukan renovasi, Masjid Jum’ah memiliki panjang 8 meter, tinggi 5,5 meter, lebar 4,5 meter dan 1 kubah terbuat dari bata merah dan di bagian timur terdapat pelataran dengan lebar 6 meter dan panjang 8 meter.

Masjid Al Jum’ah Madinah hingga saat ini memiliki menara tinggi yang sangat indah dan megah, sedangkan kubahnya berada tepat di atas area sholat di tengah dengan ditambah empat buah kubah kecil yang sangat indah. Keindahan masjid inilah yang menarik jamaah haji atau umrah untuk salat di Masjid Al-Jum’ah.

Itulah Sejarah Masjid Al Jum’ah di Madinah yang cocok untuk destinasi wisata religi, selain itu kita juga perlu memerhatikan umat-umat muslim yang tinggal didesa dan pelosok negeri yang sulit untuk mengakses masjid bahkan tidak tersedianya masjid-masjid dilingkungan mereka. Salah satu cara menolong mereka ialah dengan bergotong royong menyumbangkan rezeki kita untuk membangun masjid pedesaan dan membantu ibadah warga muslim disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *